Mantan Napi Tipu Kenalannya dari Medsos hingga Rugi Ratusan Juta, Begini Modus Pelaku

 

Seorang bekas narapidana asal Pekanbaru Riau, namanya Eki Sugianto sukses diamankan sesudah lakukan tindak penipuan. Dia menipu seorang wanita namanya Siti S yang tinggal di Perumahan Graha Dewata, Pemogan, Denpasar Selatan.

Akui ke korban untuk anggota polisi serta Tubuh Intelejen Negara (BIN), aktor sukses memperlancar tindakan penipuannya sampai menyebabkan korban alami kerugian sampai beberapa ratus juta rupiah. Korban juga memberikan laporan tingkah Eki pada pihak Polresta Denpasar.

Merilis dari Liputan6.com, Eki sukses diamankan sesudah melarikan diri ke teritori Lebak, Banten. Ternyata, Dia bersembunyi di dalam rumah istri sirinya. Aktor juga diamankan tanpa perlawanan.

“Waktu ditangkap aktor tengah bersembunyi di kamar mandi rumah istri sirinya. Hasil dari investigasi sesaat, rupanya aktor ini ahli masalah penipuan 378 KUHP. Ia banyak melakukan dengan modus yang serupa. Serta sekarang ini ia sedang jalani waktu pembebasan bersyarat dari Rutan Kelas IIB Rengat, Kabupaten Inhu, Riau atas masalah yang serupa,” tutur Kasat Reskrim Polresta Denpasar, I Dewa Putu Anom Danujaya pada Rabu (30/9).

Aktor sekarang sudah ditangkap di Mapolresta Denpasar untuk proses selanjutnya serta berikut modus yang dipakai aktor waktu memperlancar laganya.

Dalam laporannya, korban akui ditipu sampai beberapa ratus juta oleh aktor dalam usaha sewa serta jual membeli alat berat. Peristiwanya berlangsung pada 7 Juni 2020 kemarin.

“Awalannya korban berteman dengan aktor lewat sosial media Instagram di tahun 2019 kemarin. Dalam perjumpaan itu, aktor akui untuk anggota Polri dan Tubuh Intelejen Negara (BIN). Korban dijanjikan akan dinikahi oleh aktor,” kata Kompol Danujaya.

Tanpa ada cek ricek, saat itu juga saja korban yakin ke aktor yang akui berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) itu. Mereka juga merajut jalinan asmara. Namun, rajutan asmara mereka terikat lewat aliran telephone serta video call saja.

“Kedua-duanya benar-benar tidak pernah bertatap muka. Untuk memberikan keyakinan korban, aktor pernah memakai seragam polisi waktu video call,” kata Anom Danujaya.

Pada Maret 2020, aktor yang akui untuk pebisnis sewa alat berat itu ajak korban untuk melakukan bisnis.

Atas rayu bujuk aktor, korban juga tertarik untuk melakukan bisnis serta setuju untuk mengirim uang dengan cara periodik dari bulan Mei untuk pembayaran deposito alat berat ekskavator serta membayarkan uang ongkos pembaruan alat yang rusak sampai ongkos pengiriman alat berat. Uang sekitar Rp30 juta dikirim ke aktor.

Tanggal 26 Mei 2020, korban kembali lagi mengirim uang untuk pelunasan sebesar Rp250 juta. Tetapi sesudah pelunasan sampai batasan waktu yang sudah dijanjikan, alat berat itu tidak segera tiba.

“Aktor pun tidak dapat dikontak lagi. Atas landasan itu korban melapor ke Polresta Denpasar. Team dari Polresta Denpasar pergi ke Riau Pekanbaru untuk lakukan penyidikan pada kehadiran aktor,” katanya.

Updated: January 14, 2021 — 2:08 pm